Pelacur Masuk Surga

By | July 30, 2011

siang itu matahari memanggang bumi dengan begitu panasnya, tampak seorang gadis berwajah imut, cantik dan bibir yang begitu sensual dengan nafas terengah-engah menyusuri luasnya padang pasir. sedikit bercerita gadis itu adalah seorang pelacur papan atas hampir semua lelaki hidung belang mengenalnya. dengan menahan rasa haus yang begitu dahsyatnya ia terus berjalan tertatih-tatih tak pernah ia perdulikan matahari yang terus bersinar garang diatasnya, yang dalam bayangannya sekarang adalah sumber mata air yang begitu ia harap untuk mengobati rasa hausnya. Ia sungguh tidak pernah meyangka kalo ia akan tersesat di tengah hamparan padang pasir yang begitu luasnya itu. namun ia berkilo-kilo ia berjalan hanya hamparan luas yang ia pandangi tanpa pernah menemukan apa yang ia harapkan, hingga sedikit demi sedikit rasa putus asa mulai mengerogoti pikirannya, namun ia tidak mau mati konyol. Ia tidak ingin mati kehausan. Ia masih ingin hidup lebih lama lagi, hingga akhirnya dan mungkin juga berkat ketekatannya ia melihat sebuah sumur di tengah padang sahara. Ia semakin mempercepat langkahnya untuk sampai pada sumur tersebut. tidak sampai sepenanakan nasi ia sudah sampai disumur itu, ia langsung membuka selendang yang melilit tubuhnya dan mengikatkan pada timba yang memang tidak ada talinya. dengan semangat yang begitu berkobar ia langsung menimba air yang ada didalam sumur itu, hanya satu harapan dalam benaknya ia harus minum sebelum nyawa hilang dari badannya karena kehausan, namun ia terkejut ketika timba itu ada ditangannya tiba-tiba datang seekor anjing yang dilihatnya begitu kehausan, entah kenapa ia tiba-tiba jadi kasihan dan tak tega melihat anjing tersebut, ia langsung memberikan minum pada anjing tersebut tanpa pernah memikirkan keadaan dirinya yang juga memerlukan seteguk air, hingga setelah anjing itu melepas dahaganya gadis itu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Catatan:
1- menurut sebuah riwayat gadis tersebut masuk surga meski selama hidupnya ia melacurkan diri, namun sebelum ia menghembuskan nafas terakhir ia menyelamatkan nyawa seekor hewan meski hewan tersebut termasuk dari hewan yang najis berat.
2. Jangan pernah punya sebuah pikiran. “Lebih baik mulai sekarang aku berbuat dosa aja, dan nanti kalo dah mauh mati aku mo nyelamatin nyawanya anjing, kan enak??” eits jangan pernah kamu pemikiran seperti itu. kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati. mati itu ada ditangan tuhan, jadi bagaimana kalo kita selalu ngelakuin dosa dan belum sempat kita nyelamatin hewan kita mati duluan kan kita yang rugi. ya nggak??? dan yang perlu kita ambil pelajaran dari cerita diatas yaitu kita harus selalu berbuat baik terhadap Pencipta seperti ibadah. dan kita harus selalu berbuat terhadap mahkluk lain seperti saling menolong dalam hal kebaikan. dan jangan pernah meniru kejellekannya apalagi kemesumannya seperti cerita diatas okey!!!!

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *