2 Cara Saya Menghancurkan Sifat Lupa Dalam Baca Buku

Cara Menghilangkan Sifat Lupa Baca Buku

Setelah membaca tulisan ini, saya berharap Anda selalu ingat dengan apa yang Anda baca, Sehingga Anda selalu semangat untuk terus membaca lembar demi lembar dari buku yang Anda pegang.

Penting sebelum Anda lanjut. Jika saat membaca tulisan ini Anda sedang sibuk, silahkan simpan halaman website ini atau share link website ke akun medsos Anda entah itu FB, G+ atau twitter, untuk tombol share ada di bagian akhir artikel ini Agar tulisan ini bisa Anda baca nanti ketika Santai, karena Tulisan ini Lumayan Panjang bahkan hingga 1000 kata lebih dan butuh renungan yang dalam. ^_^

Oke, kembali ke laptop... ^_^

Banyak yang bertanya kepada saya tentang bagaimana agar buku yang mereka baca selalu bisa diingat, sebabnya mereka selalu lupa dengan apa yang pernah ia baca.

Dan karena itu pula mereka merasa malas untuk membaca buku... :-(

Apakah Anda juga begitu..??

Jika iya, Yuuk simak ulasan berikut mulai dari pengalaman saya membaca buku hingga tips yang saya lakukan untuk menghancurkan sifat lupa saya dalam baca buku.

Siapp..?? Lanjut...

Saya Juga Pernah Lupa Dengan Apa Yang Saya Baca

Yupz, mungkin Anda berpikir bahwa saya selalu ingat dengan apa yang saya baca. Mungkin juga Anda menyangka bahwa saya orang yang super cerdas sehingga sulit untuk lupa.

Dan ternyata, semua itu salah. Yess, karena saya juga manusia biasa yang konon katanya tempat salah dan lupa, right? ^-^

Pun begitu dengan saya dalam baca buku, dari banyak buku yang saya baca juga banyak yang saya lupa. Tapi Alhamdulillah, sampai saat tulisan ini dibuat saya masih baca, baca, dan baca.

Sampai disini, Mungkin Anda Bertanya..

Kalau Memang Pernah Lupa, Kenapa Berani Nulis Tips Kayak Ginian..??

Betul..?? :-D

Tapi jawabannya saya skip dulu, karena jawabannya berkaitan dengan tips yang pertama. Jadi saya akan jabarkan secara panjang lebar di tips pertama sebentar lagi, setelah ini.. :-)

Yuukk Lanjut..!!

Oke, sobat. Agar tidak terlalu banyak intronya, ini yang Anda tunggu-tunggu..

2 Cara Saya Menghancurkan Sifat Lupa Dalam Baca Buku

#Memperbaiki Keyakinan & Mindset
Yess, ini yang pertama dan yang paling utama, yaitu memperbaiki keyakinan dan mindset atau pola pikir, kenapa?

Seperti yang sering dikatakan oleh para Ahli bahwa, “You Are What You Think (Anda adalah Apa Yang Anda Pikirkan)”, dan “If You Think You can You Can, If You Think You can’t You Can’t (Jika Anda Berpikir bisa Maka Anda Bisa, Jika Anda Berpikir Tidak Bisa Maka Anda Tidak Bisa)”.

Yupz, bahwa pikiran dan keyakinan Anda sangat berpengaruh terhadap cara kerja hidup Anda. Bahwa kualitas hidup Anda ditentukan oleh keyakinan dan pikiran Anda.

Pun begitu dengan baca buku, jika Anda merasa bahwa Anda selalu Lupa terhadap isi buku yang Anda baca, maka bisa jadi setiap saat Anda benar-benar selalu lupa dengan Apa yang Anda baca.

Dan tanpa Anda sadari, apa yang Anda rasakan tentang baca buku menjadi sebuah keyakinan yang ikut menentukan jalan hidup Anda khususnya dalam membaca.

Yess, ketika dalam pikiran Anda yang tergambar adalah bahwa Anda selalu lupa terhadap isi buku yang telah Anda baca, maka itulah yang akan terjadi dalam Hidup Anda.

Jika Anda ingin merubah cara kerja hidup Anda, termasuk dalam baca buku, maka rubahlah pikiran dan keyakinan Anda (disini maksudnya bukan keyakinan agama yak), dari pikiran dan keyakinan yang negatif menjadi positif.

Lalu bagaimana caranya..??

Begini, pikiran, tubuh dan kata-kata yang kita ucapkan itu saling mempengaruhi. Pikiran yang negatif bisa membuat kata-kata yang kita ucapkan menjadi negatif.

Pun begitu jika Anda ingin mengubah pikiran Anda maka salah satu caranya adalah dengan mengubah kata-kata yang Anda ucapkan. Karena kata-kata yang Anda ucapkan menunjukkan bagaimana pikiran Anda bekerja.

Itulah kenapa di atas (ini sekaligus menjadi jawaban dari pertanyaan yang tadi) saya mengatakan bahwa “Saya juga pernah lupa dengan apa yang saya baca”.

Kata-kata tersebut menunjukkan bahwa saya pernah lupa di masa lalu saya, sedangkan nanti, esok dan seterusnya belum tentu akan lupa lagi. Betul? ^_^

Dan beda jika saya mengatakan, “Saya selalu lupa dengan apa yang telah saya baca”, biasanya kalimat tersebut tanpa disadari akan membentuk keyakinan bahwa Kita selalu lupa terhadap apa yang kita baca.

Dan akibatnya, setiap kali Anda mau membaca buku, maka yang tergambar dalam pikiran Anda adalah Anda pasti akan melupakannya, sehingga Anda ogah-ogahan dalam membaca, betul apa benar? :-D

Karena itu, kenali dulu kira-kira apa keyakinan Anda yang tidak memberdayakan dalam baca buku, tulislah di sebuah kertas misal “Saya Selalu Lupa Apa yang saya baca”, lalu ubahlah menjadi kalimat yang berdaya, misal “Saya memang pernah lupa dengan apa yang saya baca, tapi itu masa lalu saya dan masa depan saya selalu berbeda dengan masa lalu saya”.

Atau jika Anda ingin meniru caranya teman saya. Yaitu, Tulislah keyakinan Anda yang negatif di sebuah kertas, lalu pandangilah dengan penuh perasaan sambil membayangkan dan merasakan bahwa keyakinan negatif tersebut mengalir dan pindah ke kertas yang Anda pegang, kemudian buanglah kertas tersebut sambil membayangkan bahwa keyakinan negatif tersebut ikut terbuang bersama kertas itu. Key!

Dan jika Anda merasa kesulitan untuk mengubah kalimat negatif yang tidak memberdayakan Silahkan tulis di kolom komentar, Insyaa Allah nanti kalo lagi online saya akan coba membantunya untuk membuatkan kalimat positifnya.

Kemudian, jika Anda ingin belajar lebih lanjut untuk membentuk pikiran positif, Anda bisa memiliki Paket Ebook dan Audio Beautiful Mind Power (Kekuatan Berpikir Indah) karya Kang Rahmat Motivator Islami, KLIK DISINI untuk memilikinya.

#Selalu Sebarkan Ide Buku

ini yang kedua, setelah memperbaiki keyakinan dalam membaca buku, maka yang perlu Anda lakukan adalah selalu menyebarkan ide dari buku yang telah Anda baca.

Caranya..??

Begini, Jika Anda mengenal saya secara personal, maka Anda pasti tahu kalau salah satu kebiasaan saya adalah selalu mengutip ide dari sebuah buku di saat ngobrol dengan teman-teman saya dimanapun tempatnya, entah itu di kontrakan, di rumah, di kampus (pas masing ngampus kemaren), bahkan di warung kopi sekalipun.

Tidak hanya itu, apapun topik pembicaraan saya dengan teman-teman saya, saya selalu menyambungnya dengan mengutip ide dari sebuah buku.

Dan karena itu pula, ada salah satu temanku yang sampe bertanya begini, “Siapa lagi dia, Mas?”, haha mungkin dia bertanya begitu karena seringnya saya menyebut seorang tokoh dan karyanya.

Dan kalimat yang menjadi idola saya seperti ini, “Kalau meminjam ungkapan Robin Sharma di buku The Greatness Guide begini ....”, jika saya mengutip ungkapan Robin Sharma dalam bukunya yaitu The Greatness Guide.

Atau yang seperti ini, “Kalau boleh meminjam bahasanya Robin Sharma seperti ini ....”, kalimat tersebut biasanya saya gunakan ketika kata-kata khusus yang menjadi ciri khas seorang tokoh, karena setiap penulis biasanya mempunyai kata atau kalimat yang khas dalam setiap buku, ide atau pembicaraannya.

Intinya, setiap kali Anda ngobrol dengan orang lain, selalu libatkan buku yang pernah Anda baca meski itu hanya satu ungkapan saja, bahkan satu kata saja.

Untuk awal-awal memang sulit, karena masih belum terbiasa. Tapi jika Anda mau memulai apapun yang Anda ingat, sebarkan saja ide tersebut, maka lama-kelamaan akan menjadi terbiasa.

Lalu kenapa tips kedua tersebut bisa menjadi efektif, setidaknya bagi saya pribadi? Bahkan mungkin juga Anda, jika Anda mau mempraktekkannya ^_^

Jadi begini penjelasan ilmiahnya :-D

Sebenarnya, alasan saya selalu menyebarkan ide dari buku yang saya baca dimanapun dan kapanpun kami ngobrol dan apapun topik pembahasannya, itu karena...

Sebagai sarana saya untuk bersyukur, yess bersyukur, mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan kepada saya.

Saya bersyukur karena saya masih diberi kesempatan oleh untuk belajar, untuk membaca buku

Saya bersyukur karena saya masih mengingat beberapa ide dari buku yang saya baca, meski saya tahu bahwa lebih banyak yang saya lupa, tapi bukankah tidak sedikit juga yang saya ingat, karena itulah lebih bagus jika kita fokus pada apa yang bisa kita syukuri.

Dan saya bersyukur karena saya masih diberi kesempatan untuk berbagi ide-ide dari berbagai buku yang saya baca.

Yess, saya mensyukuri nikmat-nikmat di atas dengan menyebarkan ide-ide dari berbagai buku yang saya baca.

Dan bukankah Anda tahu apa efek dari bersyukur..?? Yess, di dalam Al-Qur’an (Kitab Suci Umat Muslim) dikatakan bahwa Jika kita bersyukur atas Nikmat yang Tuhan Berikan Maka Tuhan akan menambah nikmat tersebut.

Dan menyebarkan ide-ide dari buku yang saya sebagai sarana bersyukur saya, saya berharap nikmat yang berupa ide-ide tersebut juga ikut bertambah. Amien Yaa Rabb..!!

Oke, sobat. Mungkin hanya ini dulu yang bisa saya share pada tulisan kali ini tentang bagaimana menghancurkan sifat lupa dalam baca buku.

Semoga tulisan ini bermanfaat..!!
Sebaik-baik Manusia adalah Yang Bermanfaat Untuk Manusia Lainnya
Jika Tulisan diatas Bermanfaat, Silahkan Bagikan ke Teman-teman Anda yang lain dengan Menekan Tombol Share di bawah ini

Tulisan Menarik Lainnya